Feature

Pelesiran ke Seri Bandung


Pesantren Nurul Islam, Pesantren tertua di Sumatera Selatan

Semua bangunan Ponpes tampak asri dan kokoh. Arsitekturnya yang membuat penyatuan antara arsitektur lokal dengan modern, serta sentuhan Timur Tengah, menjadi ciri khas yang membuatnya unik. Masjid utama berada di bagian depan, menggunakan arsitektur khas Sumsel, masjid dengan gaya rumah panggung, lengkap dengan Garang dan tangga kayu. Luar biasa, estetik. Tak pernah sepi masjid ini, selalu saja ada kegiatan. Tak lupa tentunya, spot berphoto disediakan khusus bagi wisatawan. Unik, masjid rumah panggung di atas rawa, tentu sangat instagramable.

Kehidupan pondok begitu terasa syahdu. Alunan suara murottal Al Qur’an terdengar sayup-sayup dari pengeras suara yang terpasang  di sekeliling pondok. Pada saat waktu sholat tiba, suara azan akan terdengar lantang. Santri-santri berbusana rapi, berpeci hitam, bersarung, senantiasa tersenyum saat bertemu pengunjung. Mereka seolah sudah dilatih untuk menjadi semacam tour guide. Mereka juga begitu fasih saat diajak berbincang tentang sejarah Ponpes tertua ini.

Perumahan penduduk yang berbaris rapi di sepanjang pondok,  selalu ramah dan terbuka menyambut kedatangan pengunjung. Di beberapa rumah tertulis, Guest House. Penduduk setempat menyediakan rumahnya sebagai penginapan bagi keluarga santri ataupun pengunjung yang ingin menginap. Tak lupa tawaran bagi yang ingin menginap, “Menginap nyaman, plus kuliner pindang dan goreng Ikan Seluang.”

Nun di seberang ponpes, hamparan rawa lebak lebung luas membentang, terlihat asri dengan kerimbunan pepohonan yang ditanam di sepanjang pematang. Rawa ini memang sudah dibentuk khusus, menyediakan pematang luas yang bisa diakses bagi pejalan kaki, lengkap dengan atap pelindung serta kerimbunan pohon penyejuk. Bagi pelancong, mereka bisa berkeliling rawa ataupun memancing pada spot tertentu, dengan nyaman dan tentunya tidak kepanasan.