Feature

Pelesiran ke Seri Bandung


Pesantren Nurul Islam, Pesantren tertua di Sumatera Selatan

Memasuki Seri Bandung, suasana segera berubah. Hamparan rawa luas masih jadi ciri khas, tapi ada sesuatu yang lain. Sambutan pertama adalah baliho besar “Desanya Para Santri”, dan itu kemudian tampak nyata. Lalu lalang penduduk semua menyajikan senyum ramah. Anak-anak muda menyambut kedatangan pelancong dengan busana kain sarung, baju koko dan kopiah hitam. Suasana religius penuh kedamaian langsung menyelusup. Lapangan parkir nan luas membentang, dipayungi oleh pohon-pohon rimbun memberi kesejukan. Aliran sungai kecil di jembatan saat memasuki desa, tampak jernih dan bersih. Rumah-rumah panggung tertata dengan indahnya, jauh dari kesan jorok dan kotor.


Deretan penjaja kuliner khas memenuhi kios-kios kecil. Ada kaos khas bertuliskan Pesantren Nurul Islam Seri Bandung dengan segala macam variasinya. Ada juga kerupuk kemplang yang tergantung di beberapa lapak, ikan asin (balur) yang sudah siap saji dalam kemasan khusus, tak ketinggalan tentunya warung kuliner yang menyajikan sajian khas Pindang Meranjat.

Masuk ke dalam Desa, papan petunjuk sudah mengarahkan pada lokasi utama, Pesantren Nurul Islam. Ponpes ini berada persis di tengah desa dengan lapangan yang luas. Tata ruangnya menunjukkan bahwa kehadiran lembaga pendidikan ini memang menyatu dengan warga, sekeliling pesantren dipagari oleh rumah-rumah penduduk. Semua tertata rapi, seakan menjaga dan mengawasi kehidupan pondok. Tulisan besar ucapan selamat datang ada di barisan depan.