Artikel
Hilang Minang di Ranah Minang
- Yenrizal
- 04 Jan 2025
- dilihat 289
ilustrasi
“Ndeh, tadi gue nyari dopim (dosen pembimbing), sudah dua jam gue menunggu, pas basuo, besok saja lah, saya ada rapat mendadak. Ndeh, kesal benar gue jadinya,” keluh seorang yang saya yakin pastilah mahasiswa.
“Si apak itu ya? Ya model itu memang gayanya. Kemaren gue juga begitu, gimana lah kendaknya bapak itu, pusing gue dibuatnya,” ujarnya temannya pula. Obrolan mereka terus berlanjut, saya mulai nanar mendengar percakapan itu.
Ternyata tidak hanya dua orang itu saja, di meja lain juga begitu, meja yang ujungpun begitu. Saya dengar karena suara mereka cukup jelas.
Sorotan bagi saya bukannya topik yang dibahas tapi bahasa yang digunakan. Entah itu bahasa Indonesia atau bahasa Minangkah, yang jelas sangat tidak nyaman mendengarkannya. Siapapun pasti tahu bahwa mereka pasti lah anak Minang asli, logat tak bisa dihilangkan. Kemuakan mulai sedikit terasa.
Palembang - Clouds



0 Komentar