Artikel

Hilang Minang di Ranah Minang


ilustrasi


Di persimpangan menuju pasar terbesar di Sumbar ini, saya sempatkan masuk ke sebuah Lapau Kopi, yang mereknya sebuah Café. Jadi bukan lapau-lapau sederhana yang dulunya begitu banyak. Saya tahu pastilah ini tempatnya anak-anak muda, mereka yang suka nongkrong, maota.

Pengunjung cukup ramai, untung masih ada meja kosong. Segelas kopi panas pun terhidang. Saya coba menguping apa obrolan para anak-anak gaul ini.