Artikel
Hilang Minang di Ranah Minang
- Yenrizal
- 04 Jan 2025
- dilihat 289
ilustrasi
Putar baliklah saya dari Pasar besar itu. Riuh suara pedagang tak sedikitpun membuat saya tertarik, padahal sebenarnya itulah yang saya cari. Dulu begitu akrab dengan kata-kata “Kabau baranak jawi manyusu, Sayang ka anak Balikan baju!” Atau “Piliahlah-piliahlah, barang baru angek-angek!”
Jika masuk ke Mall, Café, Hotel, saya masih bisa toleransi karena mungkin memang disitu banyak yang bukan orang Minang dan tidak bisa berbahasa Minang. Tapi di Pasa Raya? 1000% saya yakin pedagang dan pembeli adalah Urang Awak. Tapi kenapa harus melupakan bahasa bernilai tinggi ini?
Palembang - Clouds



0 Komentar