Artikel
Pengolah Kebun Sayur di Kelekar
- Yenrizal
- 22 Oct 2025
- dilihat 205
Memetik Terong Ungu di Kelekar
“Kalau dalam kondisi begini kita bisa panen sekitar 1 sampai 2 pikul Terong. Biasanya pengepul datang kesini. Lumayanlah buat biaya anak-anak dan keluarga,” ujar Jidah, warga Desa Suban Baru, petani sayuran yang setia mendampingi suaminya mengolah lahan. 1 pikul adalah ukuran berat yang setara dengan 100 kg. Jika terong dihargai senilai 4 ribu rupiah/kg berarti untuk 1 pikul Jidah akan mendapatkan 4 juta rupiah. Sementara panen Terong biasanya dilakukan 1 kali seminggu.
“Tapi itu bukan untuk saya semua. Kami ini kan hanya pengolah lahan saja, bukan pemilik. Sistemnya Paroan, bagi dua dengan pemilik saat panen. Pemilik lahan yang siapkan modal (pupuk dll), kita yang kerjakan,” ujarnya.
Kendati demikian, Jidah dan keluarga merasa sudah sangat bersyukur. Apa yang didapatkan bisa berguna untuk menghidupi keluarganya, menyekolahkan anak-anak, dan memenuhi kebutuhan lain. “Kalau di sini pengeluaran sehari-hari kan sedikit, semua ada disini kok,” ujarnya terkekeh.
Jidah mengatakan apa adanya. Kebutuhan makan sehari-hari yang mereka beli hanyalah Beras, Gula, Minyak Goreng, dan Garam. Selebihnya ada di sekitar pondok mereka. Sayuran tersedia seluas mata memandang, cabe tumbuh subur di sekitar pondok, ikan tinggal mengangkat pancing saja di sungai kecil di sekitar kebun. Daging ayampun mereka tak membeli, karena ada beberapa ekor ayam yang diternakkan khusus untuk kebutuhan sehari-hari.
Palembang - Clouds



0 Komentar