Artikel
Hilang Minang di Ranah Minang
- Yenrizal
- 04 Jan 2025
- dilihat 289
ilustrasi
Konon lagi bahasa Minang, sebuah tuturan yang sejak dulu diakui bernilai tinggi, punya kosa kata yang begitu mumpuni, pepatah petitihnya begitu mendayu dan bermakna dalam. Ketajaman sindiran dari kieh melebihi tajamnya pisau silet. Di situ ada kato nan ampek, ado ereang dengan gendeang (kata yang empat, ada sopan dengan kesantunan). Seluruh masyarakat dunia, mengakui hal ini.
Tetapi saat dimana orang Minang tak mau lagi berbahasa Minang, bahkan didaerahnya sendiripun, kemana lagi muka harus ditempatkan. Apakah masih pantas mengakui sebagai Orang Minang jika berbahasa Minang dengan sesama orang Minangpun kita tak lagi mau? Malu berbahasa Minang, itulah tanda-tanda orang Minang akan kehilangan keminangannya.
10 tahun lagi, 99% saya yakin tak akan menemukan lagi bahasa Minang di Ranah Minang. Kalaupun ada mungkin saya harus masuk jauh ke nagari-nagari, ke ladang-ladang, ke tengah-tengah sawah. Begitulah. Dimana saya harus mencari bahasa Minang, mungkin akan ditemukan saat bertemu sesama perantau di Tanah Rantau, tapi tidak di Ranah Minang.
Palembang - Clouds



0 Komentar