Cerpen
Menembak Ikan
- Yenrizal
- 19 Nov 2021
- dilihat 222
ilustrasi
Kulihat sekeliling, di pinggir sungai sudah membentang jalan raya beraspal. Sawah Nenek sekarang sudah berganti komplek perumahan. Sungai sendiri yang dulu penuh batu, sekarang hampir tak ada airnya, terutama musim kemarau. Kudengar cerita, kalau musim hujan, sering terjadi banjir bandang di daerah ini. Bukit-bukit yang dulunya hijau di ujung sungai, sekarang kulihat sudah gersang, deru truk dan traktor hilir mudik membawa kayu dari bukit tersebut. Nenek juga sudah lama pindah dari sini, begitu juga Uwan, dan sekarang keduanya sudah tiada.
“Ayah, mana ikannya?” rengek putraku yang baru berusia 10 tahun, sama seperti usiaku saat dulu menembak ikan bersama Pak Cik di sungai ini.
Aku hanya diam, aku tak mengerti, atau setidaknya aku tak paham bagaimana menjelaskannya pada bocah ini. “Itu dulu nak, 38 tahun yang lalu…..” hanya itu yang bisa kujawab
Palembang - Mist



0 Komentar