Cerpen

Menembak Ikan


ilustrasi

“Hooiii Ndi, dapat ikannya?” kulihat Pak Cik melambai dari sisi lain sungai. Aku menjawab dengan mengangkat ikan tadi tinggi-tinggi. Aku juga yakin Pak Cik pasti sudah dapat juga, ia jauh lebih jago kalau soal ini.

Kali ini aku mencari sisi sungai yang dangkal, pesan Pak Cik carilah di dekat batu yang ada limpahan airnya. Biasanya disitu suka bersembunyi jenis ikan-ikan lainnya,  ikan lelan, kapareh/kaporas, tawes, sibaro, kudo baban, kadang juga ada udang galah yang bermain disitu. Disini aku tak perlu menyelam, cukup membenamkan kepala sedikit aku sudah bisa melihat bagian dalam air itu, bahkan aku cukup melihat dari atas, karena air begitu jernih.

Dari sela batu yang tersemburat air, aku bisa melihat Lelan dan sepertinya kapareh bermain dekat buih-buih. Segera kudekatkan tombak, kubidik, dan cessss…kembali jari-jari sepeda itu memakan korban, seekor lelan lengket di ujung Piayik. Isi keranjangku bertambah satu lagi. Ah nikmat sekali perburuan hari itu.

Sampai siang itu, aku sudah mendapatkan  2 ekor Gariang, 2 lelan, 1 kapareh, dan 1 udang galah. Cukup untuk makan siang, ditambah dengan perolehan Pak Cik.