Materi Kuliah
Membuat Tinjauan Pustaka
- Yenrizal
- 02 Jun 2025
- dilihat 308
ilustrasi
Diluar dari tiga sumber tersebut tidak dianjurkan. Jika ada hasil riset yang dipublikasikan di media massa (bukan jurnal ilmiah ataupun repository), maka peneliti bisa menggunakan dengan syarat harus mendapatkan laporan penelitian yang dituliskan oleh peneliti yang bersangkutan. Artikel yang dimuat di media massa, biasanya adalah hasil liputan wartawan dan itu tidak bisa digunakan karena sudah melalui terjemahan pihak kedua.
Disarankan, referensi yang dicari dan dipelajari ini adalah referensi terbaru, setidaknya yang dilakukan dalam 5 tahun terakhir. Pada topik tertentu, jika memang tidak ada referensi terbaru, boleh mencari sumber yang lebih lama, tetapi harus bisa dijelaskan kondisinya. Sumber referensi ini bisa berasal dari mana saja, bisa dari dalam negeri (Indonesia) ataupun hasil penelitian orang lain dari luar negeri.
Apa guna melakukan Tinjauan Pustaka?
- Menjamin bahwa apa yang akan diteliti belum pernah diteliti oleh pihak lain. Dalam hal ini, peneliti menunjukkan orisinalitas penelitiannya melalui tinjauan kepada hasil riset orang lain yang sejenis.
- Menunjukkan kebaruan (novelty) dari apa yang ditelitinya. Karena disini peneliti akan menunjukkan perbedaan dan persamaan antara apa yang diteliti dengan yang sudah diteliti orang lain.
- Menjadi sumber belajar dari peneliti. Hal ini disebabkan, dengan menelusuri hasil penelitian orang lain, peneliti akan bisa belajar langsung bagaimana pihak lain sebelumnya dalam melakukan penelitian yang memiliki korelasi dengan apa yang ditelitinya. Peneliti bisa mempelajari bagaimana menuliskan latar belakang, membuat metodologi, dan menyajikan pembahasan.
Bagaimana cara menuliskan Tinjauan Pustaka?
Palembang - Clouds



0 Komentar