Materi Kuliah
Membuat Tinjauan Pustaka
- Yenrizal
- 02 Jun 2025
- dilihat 307
ilustrasi
TINJAUAN PUSTAKA, sesuai dengan namanya adalah kegiatan yang dilakukan seorang peneliti dengan jalan menelusuri perpustakaan untuk mencari referensi terkait dengan topik yang diangkat. Perpustakaan yang dimaksud disini adalah sumber-sumber bacaan, bisa datang ke perpustakaan secara fisik (ke gedung perpustakaan dan melacak buku-buku dan hasil penelitian) atau bisa juga ke perpustakaan digital, ke internet (melacak hasil penelitian orang lain sebelumnya yang sudah dipublikasikan di jurnal ilmiah ataupun repository).
Apa itu referensi terkait?
Yang dimaksud disini adalah referensi yang memiliki korelasi atau keterhubungan dengan topik yang akan diteliti. Tetapi bukan yang sama, karena jika ada referensi yang sama dengan yang akan diteliti, berarti penelitian yang akan dilakukan tidak diperlukan lagi.
Misalnya, jika akan memilih judul tentang “Pengaruh Media Sosial Instagram terhadap Intensitas Hubungan Pertemanan”, maka referensi terkait bisa berupa hasil penelitian orang lain tentang Pengaruh Media Sosial Facebook terhadap Hubungan Kekeluargaan. Atau bisa juga tentang Hubungan IG dengan tingginya Tingkat Kriminalitas Remaja. Semua itu masih menunjukkan korelasi dengan topik yang dipilih karena itu bisa dimasukkan dalam Tinjauan Pustaka.
Referensi terkait ini bisa bersumber dari banyak hal. Tetapi syarat utama adalah harus merupakan hasil penelitian ataupun tinjauan literatur yang kuat, bukan semacam liputan media, berita singkat di media massa, termasuk tulisan di blog. Bentuk yang dianjurkan untuk dijadikan referensi pada Tinjauan Pustaka adalah :
- Artikel ilmiah yang sudah dipublikasikan di Jurnal Ilmiah.
Ini bisa diterima karena artikel pada jurnal ilmiah semuanya adalah hasil penelitian, dan sudah melalui proses review dari reviewer.
- Hasil penelitian berupa laporan penelitian ataupun buku hasil penelitian
Bentuknya bisa berupa laporan penelitian fisik yang tersimpan diperpustakaan ataupun hasil penelitian yang sudah diterbitkan dalam sebuah buku. Laporan penelitian ini bisa dari perguruan tinggi ataupun lembaga riset lainnya. Syarat penting disini adalah, laporan tersebut sudah dipublikasikan sehingga bisa diakses publik luas.
- Press release hasil penelitian
Hal ini bisa digunakan karena bersumber dari hasil penelitian dan disampaikan langsung oleh penelitinya. Dalam hal ini harus dihindari publikasi hasil penelitian yang dilakukan oleh media massa.
Diluar dari tiga sumber tersebut tidak dianjurkan. Jika ada hasil riset yang dipublikasikan di media massa (bukan jurnal ilmiah ataupun repository), maka peneliti bisa menggunakan dengan syarat harus mendapatkan laporan penelitian yang dituliskan oleh peneliti yang bersangkutan. Artikel yang dimuat di media massa, biasanya adalah hasil liputan wartawan dan itu tidak bisa digunakan karena sudah melalui terjemahan pihak kedua.
Disarankan, referensi yang dicari dan dipelajari ini adalah referensi terbaru, setidaknya yang dilakukan dalam 5 tahun terakhir. Pada topik tertentu, jika memang tidak ada referensi terbaru, boleh mencari sumber yang lebih lama, tetapi harus bisa dijelaskan kondisinya. Sumber referensi ini bisa berasal dari mana saja, bisa dari dalam negeri (Indonesia) ataupun hasil penelitian orang lain dari luar negeri.
Apa guna melakukan Tinjauan Pustaka?
- Menjamin bahwa apa yang akan diteliti belum pernah diteliti oleh pihak lain. Dalam hal ini, peneliti menunjukkan orisinalitas penelitiannya melalui tinjauan kepada hasil riset orang lain yang sejenis.
- Menunjukkan kebaruan (novelty) dari apa yang ditelitinya. Karena disini peneliti akan menunjukkan perbedaan dan persamaan antara apa yang diteliti dengan yang sudah diteliti orang lain.
- Menjadi sumber belajar dari peneliti. Hal ini disebabkan, dengan menelusuri hasil penelitian orang lain, peneliti akan bisa belajar langsung bagaimana pihak lain sebelumnya dalam melakukan penelitian yang memiliki korelasi dengan apa yang ditelitinya. Peneliti bisa mempelajari bagaimana menuliskan latar belakang, membuat metodologi, dan menyajikan pembahasan.
Bagaimana cara menuliskan Tinjauan Pustaka?
Sebetulnya tidak ada ketentuan baku, masing-masing lembaga bisa berbeda dalam menyajikan ini. Tetapi beberapa hal yang harus dimunculkan dan dijelaskan dari pembacaan pada hasil riset orang lain tersebut adalah :
- Siapa nama penelitinya dan tahun berapa ia meneliti
- Apa judul penelitiannya
- Publikasinya dimana, cantumkan link publikasinya
- Metode apa yang digunakan dalam penelitiannya
- Hal-hal penting apa yang dihasilkan dari penelitian tersebut (ringkas saja)
- Apa perbedaan dan persamaan dengan yang akan diteliti.
Semua unsur di atas harus bisa dituliskan dan dijelaskan oleh si peneliti. Cara menuliskannya tergantung pada kriteria masing-masing lembaga. Ada yang menuliskan dengan menarasikan atau menceritakan secara berurutan dari masing-masing sumber referensi. Ada juga yang menuliskan dalam bentuk Tabel hasil tinjauan pustaka. Ada juga yang memuat keduanya.
Untuk FISIP UIN Raden Fatah, cara yang digunakan adalah kedua-duanya, yaitu menuliskan dalam bentuk naratif sekaligus menjelaskan dalam bentuk tabel. Kegunaan tabel ini adalah untuk memudahkan pembaca dalam memahaminya. Berikut contoh tabel yang digunakan.
Tabel Tinjauan Pustaka
| No | Nama Peneliti/tahun | Judul Penelitian | Link Publikasi | Metode Penelitian | Hasil | Perbedaan dan Persamaan |
| 1 | ||||||
| 2 | ||||||
| 3 | ||||||
| 4 | ||||||
| 5 | ||||||
| 6 | ||||||
| 7 | ||||||
| 8 | ||||||
| 9 | ||||||
| 10 |
Masing-masing kolom pada tabel harus diisi sesuai judul. Untuk hasil penelitian, cukup mencantumkan point penting saja, sekitar 1 paragraf. Tetapi kemudian dijelaskan lebih detil dalam narasi.
Jumlah referensi tinjauan pustaka tidak ada ketentuan baku. Tetapi prinsipnya, semakin banyak dicari referensinya akan semakin baik. Begitupun semakin tinggi kualitas publikasinya (misal dari Jurnal Internasional), maka akan semakin baiklah kredibilitas penelitian yang dilakukan. Kendati tidak ada ketentuan baku soal jumlah, tapi di FISIP UIN Raden Fatah, untuk skripsi, dipersyaratkan minimal ada 10 referensi terkait dan yang terbaru (5 tahun terakhir)
Sulitkah mencari sumber referensi tersebut?
Tidak, tentu saja. Peneliti akan sangat terbantu dengan kecanggihan dan kelengkapan data yang ada di internet. Cukup berbekalkan sebuah laptop yang terhubung ke internet, maka peneliti bisa dengan leluasa mencari referensi terkait. Persoalan bukan pada mencari sumber referensi, tapi pada KEMAUAN peneliti untuk menelusuri dan membaca hasil riset yang ditemukan.
Palembang - Clouds



0 Komentar