Materi Kuliah

Membuat Rumusan Masalah dan Tujuan Penelitian


ilustrasi

4. Hati-hati dengan menggunakan kalimat tanya, konsistenlah dengan judul dan metodologi yang akan dibuat.
Ini penting sekali, karena dalam sebuah proposal penelitian, kata tanya akan berhubungan dengan metode yang dipakai. Hati-hati pada tahap ini. Misalnya, judul penelitian tersebut adalah “Pola Komunikasi Antar Budaya Masyarakat di Kelurahan A”. Ketika membuat perumusan masalah, pertanyaan yang diajukan adalah, “Seberapa besar tingkat kerukunan masyarakat berbeda budaya di kelurahan A?” Atau ada pertanyaan “Apakah ada hubungan perbedaan budaya dengan konflik yang terjadi di kelurahan A?” Dua pertanyaan di atas, adalah pertanyaan yang harus dijawab dengan metode Kuantitatif, ini tampak dari kata-kata “Seberapa besar tingkat...” dan “Apakah ada hubungan...” Hal ini akan bertolak belakang dengan judul sebelumnya yang bernuansa Kualitatif. Akan bertambah keliru lagi, jika pertanyaan ketiga adalah, “Bagaimanakah pemahaman masyarakat terhadap perbedaan budaya yang ada?” Pertanyaan ketiga ini adalah pertanyaan yang harus dibahas dengan Kualitatif.

Beberapa hal di atas bisa dijadikan panduan awal dalam membuat rumusan masalah penelitian. Memang tidak ada patokan baku, tetapi sekali lagi dikatakan bahwa, perumusan masalah adalah uraian atau daftar pertanyaan yang ingin menjawab judul penelitian yang sudah dibuat. Tidak ada juga batasan berapa banyak jumlah pertanyaan yang harus diajukan. Umumnya orang membuat 3 atau 4 pertanyaan, tetapi anda bisa saja membuat lebih atau mungkin hanya dua pertanyaan, itu bisa saja. Anda bisa menilai sendiri, apakah pertanyaan yang dibuat sudah bisa menjawab/menjelaskan judul penelitian yang dibuat secara lengkap. Penilaian anda menjadi faktor penentu.

Setelah perumusan masalah dibuat, maka langkah selanjutnya adalah membuat Tujuan Penelitian. Bagian ini tidak sulit, karena ia berhubungan langsung dengan Pertanyaan Penelitian. Aspek yang dimunculkan dalam Tujuan Penelitian adalah keinginan jawaban dari pertanyaan penelitian. Gampangnya, anda tinggal merubah kalimat dalam pertanyaan penelitian, dari kalimat pertanyaan menjadi kalimat harapan. Jumlah kalimat pertanyaan penelitian akan sama dengan jumlah tujuan penelitian. Keduanya akan seperti gayung bersambut. Misalnya, pertanyaan penelitian adalah “Bagaimanakah pemahaman masyarakat terhadap perbedaan budaya yang ada?” Maka dalam bagian Tujuan Penelitian, kalimatnya menjadi “Untuk mengetahui pemahaman masyarakat terhadap perbedaan budaya yang ada.”

Referensi