Materi Kuliah

Membuat Rumusan Masalah dan Tujuan Penelitian


ilustrasi

3. Pertanyaan yang keluar dari topik penelitian
Misalnya, judul penelitian tersebut adalah “Pola Komunikasi Antar Budaya Masyarakat di Kelurahan A”. Ketika membuat perumusan masalah, salah satu pertanyaan yang diajukan adalah, Bagaimanakah peran media massa dalam memberitakan budaya masyarakat?” Ini kedengarannya aneh, tapi faktanya beberapa peneliti pemula yang masih mencantumkan hal tersebut. Kesalahan pada pertanyaan penelitian tersebut, adalah mempertanyakan media massa. Memang, ada kemungkinan ketika membahas judul di atas, keberadaan media massa mungkin berpengaruh. Tetapi, titik tekan judul di atas bukan pada media massa. Kalaupun aspek media akan terbahas juga, ia tidak perlu dimunculkan dalam pertanyaan penelitian.

4. Pertanyaan yang tidak berurutan dan tidak memiliki hubungan satu sama lain.
Misalnya, judul penelitian tersebut adalah “Pola Komunikasi Antar Budaya Masyarakat di Kelurahan A”. Ketika membuat perumusan masalah, pertanyaan yang diajukan adalah: (a) Bagaimana pandangan masyarakat dari Budaya A terhadap masyarakat budaya B di kelurahan A? (b) Bagaimana pemerintah daerah setempat memandang keragaman budaya yang ada? (c) Bagaimana perbedaan budaya bisa menghambat kerukunan umat beragama?

Pertanyaan penelitian di atas menunjukkan tidak sinkronnya antara pertanyaan pertama, kedua dan ketiga. Kelemahannya juga terlihat dari pertanyaan yang sudah keluar dari judul penelitian.
Oleh karena itu, seorang peneliti harus berhati-hati dalam merumuskan pertanyaan penelitian. Sekali lagi, kesalahan dalam menyusun pertanyaan penelitian, akan berdampak pada tidak jelasnya pembahasan nanti. Pedoman dalam pembahasan, akan mengacu pada pertanyaan penelitian yang disusun.

Beberapa aspek berikut bisa dijadikan pedoman ringkas dalam menyusun pertanyaan penelitian.