Artikel

Lebak Lebung Aset Wisata Lingkungan yang Masih Tertidur


ilustrasi

Selain sungai, potensi alam terbesar di Sumatera Selatan, khususnya daerah Ilir, adalah rawa. Lazim disebut sebagai daerah Lebak Lebung. Lebak merujuk pada kawasan perairan dangkal di dataran rendah, dipenuhi air di musim hujan dan cenderung kering di musim kemarau. Lebung menunjuk pada kawasan rawa lebak yang membentuk cekungan dan lebih dalam. Sering disebut sebagai lubuk.

Tidak tanggung-tanggung, luasan rawa jenis ini di Sumsel mencapai 3.054.347,60 hektar, yang terbagi atas lahan rawa lebak 1.354.805,88 hektar dan lahan pasang surut 1.699.541,71 hektar. Jika dibandingkan total luas Sumsel, 27% adalah kawasan rawa, dan dari sekian luas area tersebut, sekitar 58% berada di Kabupaten Ogan Ilir.

Tak heran, jika menyusuri kawasan pedesaan di Ogan Ilir, sejauh mata memandang, hamparan rawa nan luaslah yang membentang. Dari Utara ke Selatan, Barat ke Timur, kawasan basah ini sangat mendominasi. Berbagai jenis ikan dan satwa khas perairan dataran rendah, hidup beranak pinak di kawasan ini. Dari jenis ikan sepat, gabus, tebakang, lele, belido, toman, ular sawah, burung-burung, sampai kerbau rawa, ada semua.

Potensi perikanan yang luar biasa, kemudian mendatangkan kebijakan Lelang Lebak Lebung, yang dipercaya memberikan sumbangan besar bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Ogan Ilir. Dalam satu periode lelang bahkan bisa mencapai angka 6 miliar rupiah lebih. Lebak Lebung di Ogan Ilir menjadi aset ekonomi yang signifikan.