Feature
Pelesiran ke Seri Bandung
- Yenrizal
- 23 Nov 2025
- dilihat 299
Pesantren Nurul Islam, Pesantren tertua di Sumatera Selatan
“Horeee…ikan gabus besar!” Soleh melonjak kesenangan saat seekor gabus berukuran jumbo dengan berat sekitar 1,5 kg menggelepar kala pancing sampai di darat. “Mantappp,” ujarnya saat jepretan kamera ponsel merekam dirinya sambil mengangkat ikan air tawar tersebut. Dikejauhan tampak sang Ibu tersenyum gembira, dan seorang bocah perempuan berlari mengejar Soleh. “Hore, kak Soleh dapat ikan,” celotehnya lucu.
“Ayo Soleh, sini cuci tangan, kita makan dulu,” ujar sang Ibu melambai yang menunggu di bawah atap pondok kayu bulat, seperti tempat makan lesehan di rumah makan. Ikan tangkapannya disimpan di dalam kantong jaring, dan ia mencuci tangan di sebuah wastafel khusus disebelah pondok. Sang Ayah juga menyusul, makan siang bersama dengan hembusan angin lebak lebung sungguh kenikmatan tersendiri.
Di sepanjang bibir rawa tersebut, berjejer pondok-pondok kayu, tertata rapi, lengkap dengan cucian tangan, colokan listrik, dan meja makan lesehan. “Rumah Kayu Tanjung Batu”, begitu tulisan kecil di dinding pondok tersebut.
Hampir semua pondok terisi penuh, Sudung istilah orang lokal. Ada yang datang dengan keluarganya, seperti Soleh. Ada juga kelompok muda mudi yang sedari tadi terlihat heboh. Ada juga serombongan anak sekolah yang datang berombongan, Darmawisata SD XX, begitu tertulis pada dinding Bus Pariwisata ada di lokasi parkiran.
Palembang - Clouds



0 Komentar