Materi Kuliah

Gagasan Awal Tentang Komunikasi Lingkungan


ilustrasi

Saat seseorang berada dalam sebuah hamparan tanah yang luas, tiupan angin semilir, gemericik air, dan sesekali terdengar desauan daun bambu, maka dia bisa saja berpikir bahwa inilah sumber kehidupan, inilah penyambung hidup, dan inilah anugerah alam terbesar. Ia kemudian bisa saja memaknai bahwa disinilah padi bisa ditanam, disinilah ikan-ikan bisa dipelihara, disinilah rumah bisa dibangun, atau bisa pula ia akan memaknai bahwa disinilah pabrik bisa didirikan, disinilah komplek perumahan bisa dibangun, atau makna lainnya. Bisa apa saja, tergantung pada motivasi dan kepentingannya.

Itulah simbol yang berasal dari alam. Perbukitan, tanah yang luas, air, angin, pepohonan, adalah simbol-simbol yang berasal dari alam. Manusia yang hidup di wilayah tersebut, bisa saja punya makna berbeda terhadap simbol-simbol yang ada.

Saat satu orang bertemu dengan orang yang lainnya, berbicara, bersepakat, dan kemudian lahirlah makna bersama. Komunikasipun terjadi, komunikasi antar manusia mengenai lingkungan atau alam sekitarnya. Di sisi lain, dalam perspektif yang lebih dalam, komunikasi bukan saja antar manusia, tetapi antara manusia dengan lingkungan itu sendiri, yaitu saat manusia memaknai lingkungan dan lingkungan juga memaknai dalam bentuk respon tertentu.

Pada situasi yang lain, saat sebuah pemerintah kota akan menata wilayahnya, ditetapkanlah bahwa daerah tertentu adalah kawasan resapan air, kawasan permukiman, kawasan industri, kawasan hijau, dan kawasan perdagangan. Muncullah dalam bentuk Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang kemudian dilegalkan dalam bentuk peraturan daerah. Mengapa pemerintah kota membuat penetapan seperti itu? Tentu setelah dilakukan pengkajian dengan melihat dan menganalisa topografi alam, termasuk proyeksi kependudukan dalam beberapa periode kedepannya.