Materi Kuliah
Gagasan Awal Tentang Komunikasi Lingkungan
- Yenrizal
- 26 Sep 2021
- dilihat 326
ilustrasi
Saat seseorang berada dalam sebuah hamparan tanah yang luas, tiupan angin semilir, gemericik air, dan sesekali terdengar desauan daun bambu, maka dia bisa saja berpikir bahwa inilah sumber kehidupan, inilah penyambung hidup, dan inilah anugerah alam terbesar. Ia kemudian bisa saja memaknai bahwa disinilah padi bisa ditanam, disinilah ikan-ikan bisa dipelihara, disinilah rumah bisa dibangun, atau bisa pula ia akan memaknai bahwa disinilah pabrik bisa didirikan, disinilah komplek perumahan bisa dibangun, atau makna lainnya. Bisa apa saja, tergantung pada motivasi dan kepentingannya.
Itulah simbol yang berasal dari alam. Perbukitan, tanah yang luas, air, angin, pepohonan, adalah simbol-simbol yang berasal dari alam. Manusia yang hidup di wilayah tersebut, bisa saja punya makna berbeda terhadap simbol-simbol yang ada.
Saat satu orang bertemu dengan orang yang lainnya, berbicara, bersepakat, dan kemudian lahirlah makna bersama. Komunikasipun terjadi, komunikasi antar manusia mengenai lingkungan atau alam sekitarnya. Di sisi lain, dalam perspektif yang lebih dalam, komunikasi bukan saja antar manusia, tetapi antara manusia dengan lingkungan itu sendiri, yaitu saat manusia memaknai lingkungan dan lingkungan juga memaknai dalam bentuk respon tertentu.
Pada situasi yang lain, saat sebuah pemerintah kota akan menata wilayahnya, ditetapkanlah bahwa daerah tertentu adalah kawasan resapan air, kawasan permukiman, kawasan industri, kawasan hijau, dan kawasan perdagangan. Muncullah dalam bentuk Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang kemudian dilegalkan dalam bentuk peraturan daerah. Mengapa pemerintah kota membuat penetapan seperti itu? Tentu setelah dilakukan pengkajian dengan melihat dan menganalisa topografi alam, termasuk proyeksi kependudukan dalam beberapa periode kedepannya.
Apa yang dilakukan pemerintah kota tersebut, itulah bagian penting komunikasi lingkungan, yaitu saat melakukan pemaknaan, karena saat itu pemerintah memberikan makna terhadap topografi alam yang ada. Memaknai adalah kata kunci untuk masuk dalam definisi tentang komunikasi lingkungan.
Begitupun, saat sebuah media massa, begitu gencarnya memberitakan fakta-fakta tentang kerusakan lingkungan, usaha perbaikan lingkungan, atau aspek lain tentang lingkungan, maka saat itu sudah terjadi proses komunikasi lingkungan. Media massa adalah instrumen utama dalam membentuk opini publik tentang suatu objek, termasuk lingkungan. Media mengkomunikasikannya ke publik, yang sebelumnya sudah melalui proses pemaknaan oleh insan media itu sendiri.
Pada peristiwa lain, dapat pula dilihat munculnya berbagai baliho, spanduk, sticker, iklan, seminar, diskusi, dan sebagainya, yang membahas tentang lingkungan hidup. Ajakan dan dorongan agar semua pihak melakukan kepedulian terhadap lingkungan pada dasarnya adalah upaya persuasif untuk membangun kesadaran publik, mengajak agar semua pihak peduli terhadap soal-soal lingkungan. Inilah perspektif lain dari komunikasi lingkungan, yang lazim dikenal dengan kampanye lingkungan hidup.
Semua peristiwa tersebut, punya makna penting yaitu manusia hidup dalam lingkungan tertentu, mereka memaknai dan kemudian membentuk makna bersama. Mereka juga meneruskan makna-makna tersebut ke pihak lain, disampaikan dari generasi ke generasi, menjadi sebuah kesepakatan. Pada sisi lain, makna ini bisa berubah, berkembang, tergantung pada komunitas masyarakat tersebut. Komunikasi lingkungan akan berbicara tentang ragam pemaknaan terhadap fenomena yang ada (Yenrizal, 2017).
Palembang - Clouds



0 Komentar