Materi Kuliah

Teknik Analisis Data Kualitatif Menurut Creswell


Desa Bangsal

Creswell bisa dikatakan adalah seorang pakar bidang penelitian yang karyanya cukup banyak dijadikan rujukan. Ia membagi penelitian kualitatif dalam beberapa pendekatan yaitu : etnografi, fenomenologi, histori, grounded, biografi.

Dalam proses penelitian kualitatif, Creswell mengemukakan tentang bagaimana melakukan analisis data yang sebaiknya dilakukan. Creswell menggarisbawahi enam langkah umum yang dilakukan peneliti kualitatif saat menganalisis data. Meskipun berurutan, proses ini bersifat reflektif dan memungkinkan peneliti untuk bolak-balik antar langkah (siklus spiral). Ia menyebut teknik analisis data ini dengan Siklus Spiral (Spiral Cyclus).

Urutannya adalah sebagai berikut :

1. Mengelola dan Mengorganisasi Data (Managing and Organizing the Data)

Langkah pertama adalah tahap persiapan. Data mentah (transkrip wawancara, catatan lapangan, gambar) perlu diorganisir agar mudah diakses dan dikelola. Mengorganisir disini berarti melakukan klasifikasi dan pengelompokan data. Biasanya ini dilakukan setelah proses pencarian data dilakukan. Langkah yang bisa dilakukan adalah :

  • Transkripsi: Mengubah rekaman audio menjadi teks tertulis (transkrip). Ini lazim juga disebut dengan membuat transkrip hasil wawancara.
  • Pengarsipan: Menyimpan data secara sistematis (misalnya, dalam folder digital atau spreadsheet). Hal ini bisa dibantu dengan apliikasi yang sekarang sudah cukup banyak tersedia seperti NVivo atau ATLAS.ti. Intinya sebetulnya adalah menyimpan data dalam kelompok-kelompok tertentu.
  • Penyortiran: Mengelompokkan data berdasarkan jenisnya (wawancara, observasi) atau sumbernya (Partisipan A, Lokasi B).

2. Membaca dan Merefleksikan (Reading and Memoing the Data)

Setelah data siap, peneliti harus terlibat secara mendalam dengan materi tersebut.

  • Membaca Berulang: Peneliti membaca seluruh data secara berulang kali untuk mendapatkan gambaran umum (sense of the whole). Tujuannya adalah untuk mendalami perasaan dan makna yang disampaikan oleh partisipan.
  • Membuat Memo (Memoing): Peneliti menulis catatan singkat (memos) atau refleksi mengenai gagasan awal, kesan pertama, pertanyaan yang muncul, atau interpretasi tentatif yang muncul saat membaca data. Memo ini menjadi jembatan antara data mentah dan proses koding.

3. Mengkoding Data (Coding the Data)

Koding adalah inti dari analisis kualitatif. Ini adalah proses sistematis untuk mengidentifikasi segmen teks, gambar, atau data lain, dan memberi label konseptual (kode) pada segmen tersebut.

  • Koding Terbuka (Open Coding): Tahap awal di mana peneliti memberi label pada setiap segmen data yang menarik atau relevan. Kode pada tahap ini bersifat deskriptif dan dekat dengan data.
  • Pengembangan Kategori: Setelah banyak kode dihasilkan, peneliti mulai mengelompokkan kode-kode tersebut ke dalam kategori atau tema yang lebih luas dan lebih abstrak.
  • Koding Selektif/Aksial: Peneliti mencari hubungan antar kategori untuk membangun struktur narasi atau model teoretis yang koheren.

4. Mengembangkan Deskripsi dan Tema (Developing Descriptions and Themes)

Setelah data dikoding, peneliti mulai menyusun temuan utama:

  • Deskripsi Mendalam (Thick Description): Menjelaskan secara rinci tentang konteks, latar belakang, orang, dan peristiwa yang diamati. Deskripsi ini menjawab pertanyaan: Apa yang terjadi?
  • Mengidentifikasi Tema: Menggabungkan kategori-kategori yang telah dikembangkan menjadi tema-tema sentral. Tema adalah hasil interpretasi peneliti mengenai ide, konsep, atau pola berulang yang paling penting dalam data. Tema ini menjawab pertanyaan: Apa inti dari temuan ini?

5. Merepresentasikan Temuan (Representing the Findings)

Langkah ini adalah bagaimana peneliti mengkomunikasikan temuan kepada pembaca.

  • Penyajian Naratif: Menyajikan deskripsi dan tema dalam bentuk narasi yang kohesif, didukung oleh kutipan langsung dari data (wawancara atau catatan) sebagai bukti empiris yang kuat.
  • Visualisasi: Menggunakan tabel, diagram, model konseptual, atau gambar untuk membantu pembaca memahami hubungan antar tema dan temuan secara visual.
  • Mengintegrasikan Posisi Peneliti: Creswell menekankan pentingnya peneliti memasukkan refleksi mengenai peran dan posisi mereka dalam penelitian (subjektivitas).

6. Interpretasi Temuan (Interpreting the Findings)

Tahap terakhir dan paling mendasar adalah penarikan makna dan signifikansi.

  • Meringkas Inti Temuan: Menjelaskan secara ringkas pelajaran utama (lessons learned).
  • Menghubungkan dengan Literatur: Mengaitkan temuan dengan teori atau penelitian yang sudah ada. Apakah temuan ini memvalidasi, menantang, atau memperluas literatur?
  • Implikasi dan Saran: Mengajukan implikasi teoretis, praktis, atau sosial dari temuan, serta memberikan saran untuk penelitian masa depan.

Dalam hal ini, pendapat Creswell sudah mengadopsi penggunaan aplikasi komputer seperti Nvivo dan Atlas-Ti sebagai software untuk membantu analisis data. Akan tetapi, apapun itu, sifat subjektifitas manusia akan tetap berperan penting. Oleh sebab itu dalam melakukan analisis, faktor peneliti dengan segala yang dimilikinya (pengetahuan, pengalaman, penglihatan, pendengaran) akan berpengaruh dalam proses analisis data.

Perlu juga dicatat bahwa dalam melakukan analisis data, peneliti akan mengikuti pada Teori yang digunakan dalam Kerangka Teori yang ada di proposal penelitian. Teori inilah yang akan mewarnai bagaimana nantinya si peneliti akan memaknai berbagai data yang diperoleh.