Materi Kuliah

Menyusun Metode Penelitian


ilustrasi

Pada bagian ini, sebagai rangkaian dalam mata kuliah Metode Penelitian Sosial, maka sekarang dibahas tentang penyusunan Metode Penelitian. Penjelasannya akan dibuat secara sederhana sesuai dengan apa yang akan dilakukan dalam proses penelitian.

Metode Penelitian (ada juga yang menyebutnya sebagai Metodologi Penelitian). Sebenarnya kedua hal ini berbeda, Metode Penelitian lebih bersifat teknis yang membahas mengenai tata cara teknis melakukan penelitian. Sedangkan Metodologi Penelitian lebih luas karena disitu terdapat Proposisi, Konsep, Hipotesis, dan termasuk Metode itu sendiri. Pada penjelasan kali ini akan fokus pada Metode Penelitian, yaitu menjelaskan tata cara melakukan penelitian secara teknis.

Banyak institusi menetapkan ragam ketentuan dasar mengenai hal apa saja yang harus ada dalam sebuah Metode Penelitian. Ini tergantung pada kebutuhan lembaga tersebut dan juga pada Metode yang digunakan (Kualitatif atau Kuantitatif). Pada kali ini, khusus di FISIP UIN Raden Fatah menggunakan urutan sebagai berikut :

1. Pendekatan Penelitian

2. Data dan Sumber Data

3. Lokasi Penelitian (khusus penelitian lapangan)

4. Teknik Pengumpulan Data

5. Variabel Penelitian (Kuantitatif)

6. Populasi dan Sampel (Kuantitatif)

7. Uji Validitas Data (Kuantitatif)

8. Teknik Analisis Data

Masing-masing unsur akan dijelaskan satu persatu.

  1. Pendekatan Penelitian

Bagian ini menjelaskan apa metode yang digunakan (Kuantitatif atau Kualitatif) serta pendekatan apa yang akan dipakai sesuai dengan metode yang dipilih. Misalnya, Metode Kuantitatif dengan Survey, atau Kualitatif dengan Etnografi Komunikasi. Untuk itu sebelum membuat ini, seorang peneliti sudah harus paham betul dengan ragam atau variasi dari masing-masing metode penelitian. Mengenai ini bisa dibaca dari berbagai referensi lain karena membutuhkan penjelasan yang lebih panjang. Hanya saja, pada bagian ini peneliti harus bisa menjelaskan dengan kuat bahwa jenis penelitian yang dilakukan memang cocok dengan pilihan pendekatan (apakah survey, etnografi, fenomenologi, biografi, dll). Ada argumentasi yang kuat kenapa ini yang dipilih. Jangan terlalu banyak mengutip pada bagian ini, yang penting adalah penjelasan sesuai dengan topik dan judul penelitian kita.

  1. Data dan Sumber Data

Sering sekali ada kekeliruan dengan menyebutkan bahwa data dibagi menjadi data primer (data utama) dan sekunder (data penunjang), padahal pada penelitian Ilmu Sosial (khususnya Ilmu Komunikasi), semua data sebetulnya primer/utama, perbedaan hanya pada perlakuan saja. Adanya istilah ini, sebetulnya lebih tepat pada penelitian Sejarah, karena data primer merujuk pada data asli/orisinil, bukan hasil kajian pihak kedua atau ketiga.

Pada penelitian Ilmu Sosial (khususnya Ilmu Komunikasi), Data yang dimaksud disini adalah data apa saja yang dibutuhkan peneliti untuk menyelesaikan penelitiannya. Hal ini yang harus dijelaskan dengan baik. Selanjutnya dijelaskan juga, untuk mendapatkan data itu, darimana sumber harus didapatkan. Sebagai contoh bisa dilihat dari tabel berikut :

Tabel 1. Data dan Sumber Data

No

Jenis Data

Sumber Data

1

Data sejarah desa ….

Monografi Desa, Kepala Desa, Tokoh Masyarakat

2

Potensi ekonomi desa

Monografi Desa, Kepala Desa, Tokoh Masyarakat

3

Hubungan antar penduduk

Kepala Desa, Pengamatan, Masyarakat

4

…………………………

…………

 

 

 

Masing-masing kolom di isi sesuai dengan kebutuhan peneliti. Intinya adalah, bagaimana menjawab pertanyaan penelitian yang ada di rumusan masalah. Data apa yang dibutuhkan untuk menjawab rumusan masalah tersebut, itulah yang ditulis di tabel tersebut

  1. Lokasi Penelitian

Bagian ini menjelaskan dimana penelitian dilakukan, khusus untuk penelitian lapangan. Peneliti harus bisa menjelaskan juga alasan pemilihan lokasi penelitian tersebut. Alasan pemilihan tersebut didasarkan pada alasan-alasan yang bersifat ilmiah dan bisa dipertanggungjawabkan berbasiskan data. Tidak dibenarkan alasan pemilihan lokasi penelitian karena alasan subyektif, misalnya karena lokasi tersebut adalah tempat tinggal peneliti, atau karena lokasi tersebut adalah tempat kerja peneliti atau kerabat.

  1. Teknik Pengumpulan Data

Bagian ini khusus membahas tentang bagaimana data yang dibutuhkan dalam penelitian  dikumpulkan. Secara umum ada beberapa teknik yang bisa digunakan yaitu :

a. Wawancara Mendalam (Indepth Interview)

Wawancara mendalam adalah wawancara dengan menggunakan pertanyaan-pertanyaan terbuka, dimana sifat pertanyaan yang diajukan adalah untuk menggali dan mencari informasi secara detil. Pada bagian ini, peneliti bisa menambahkan kepada siapa wawancara akan ditujukan. Perlu diingat, dalam penulisan Proposal Penelitian, pihak yang akan diwawancarai ini tidak perlu menyebutkan nama, cukup jabatan atau posisi saja, misalnya wawancara dilakukan dengan Tokoh Masyarakat. Tetapi saat sudah dalam bentuk laporan penelitian, maka perlu disebutkan siapa saja nama dan jabatan orang yang diwawancarai. Pengecualian adalah untuk kasus topik yang sensitif, nama bisa diganti dengan inisial.

Hal-hal yang harus dijelaskan pada bagian ini adalah bagaimana wawancara dilakukan, mengapa perlu wawancara mendalam (termasuk tujuannya) dan siapa yang akan diwawancarai.

Seorang peneliti biasanya hanya membekali diri dengan pedoman wawancara, bukan daftar pertanyaan. Dalam hal ini harus bisa membedakan antara PEDOMAN WAWANCARA dengan DAFTAR PERTANYAAN. Pedoman wawancara hanya berisi kisi-kisi apa yang akan dipertanyakan, peneliti bisa mengembangkan sendiri kisi-kisi pertanyaan tersebut. Daftar Pertanyaan berisi daftar pertanyaan yang bersifat terstruktur yang harus dipertanyakan satu persatu.

Khusus mengenai bagaimana membuat Daftar Pertanyaan dan Pedoman Wawancara akan dijelaskan pada bagian tersendiri.

b. Wawancara dengan terstruktur

Jenis ini adalah jenis wawancara yang dilengkapi dengan daftar pertanyaan terstruktur, yaitu pertanyaan yang sudah memiliki pilihan jawaban. Biasanya ini dilakukan untuk penelitian-penelitian yang membutuhkan konfirmasi secara pasti, bukan untuk mendalami sesuatu. Sering juga dipakai dalam penelitian Kuantitatif. Peneliti harus membekali diri dengan serangkaian daftar pertanyaan yang telah tersusun dengan baik dan sistematis.

c. Pengamatan (Observation)

Jenis ini adalah pengumpulan data dengan mengamati objek penelitian atau sumber data. Peneliti cukup mengamati saja apa yang terjadi, baik kondisi ataupun situasi yang berlangsung. Apa yang diamati? Semuanya, mulai dari kondisi lingkungan, suasana saat wawancara, gerak-gerik tubuh, kondisi apa yang dijelaskan, dan segala hal yang terkait. Semua ini dicatat dan didokumentasikan dalam sebuah lembaran khusus yang disebut dengan hasil observasi.

d. Pengamatan Berperan Serta (Participant Observer)

Pengamatan yang masuk katagori ini adalah jenis pengumpulan data yang mana peneliti ikut dalam rutinitas kegiatan objek yang diteliti. Peneliti mengamati sambil ikut merasakan apa yang dialami dan dirasakan oleh objek. Perasaan objek itulah yang akan dituliskan dan menjadi data penting. Misalnya, saat meneliti kelompok pemulung, maka peneliti harus hidup sementara waktu dalam dunia pemulung bahkan ikut sebagai pemulung. Itulah berperan serta. Peneliti bisa merasakan apa yang dirasakan oleh pemulung tersebut.

e. Kuesioner/Angket

Ini adalah teknik pengumpulan data yang khusus untuk mencari data Kuantitatif, misalnya persepsi tentang tayangan sinetron, berapa orang yang senang dan yang tidak senang. Peneliti membuat daftar pertanyaan secara tertulis yang bisa dibagi menjadi pertanyaan tertutup (pertanyaan yang sudah memiliki pilihan jawaban Ya atau Tidak atau bentuk lainnya), ataupun pertanyaan terbuka (pertanyaan yang belum diberikan pilihan jawaban). Responden (orang yang mengisi angket), diminta mengisi jawaban sendiri sesuai dengan apa yang diketahuinya. Kuesioner lazim dipakai dalam penelitian Kuantitatif, tetapi boleh juga dipakai oleh Kualitatif. Angket akan menjadi wakil peneliti karena itu harus disusun dengan baik dan cermat.

Bagaimana menyusun angket yang baik, akan dijelaskan dalam materi berikutnya.

f. Penelusuran Kepustakaan atau Studi Dokumentasi

Pada bagian ini, peneliti mencari data dengan menelusuri berbagai sumber kepustakaan, bisa dengan mendatangi perpustakaan secara fisik ataupun penelusuran dokumen dengan searching ke internet. Termasuk kelompok ini adalah mengumpulkan semua arsip terkait seperti photo, grafis, buku, laporan kegiatan, artikel media massa, dan sebagainya. Pada penelitian Teks Media, biasanya penelusuran dokumen menjadi teknik yang paling utama.

 Semua teknik yang disampaikan di atas adalah cara mengumpulkan data. Tentu saja, TIDAK SEMUA CARA HARUS DIPAKAI DALAM SEBUAH PENELITIAN. Ingat, pemakaian sebuah teknik sangat tergantung pada kebutuhan data. Jika memang perlu semuanya, ya cantumkan, tetapi jika hanya beberapa saja, cantumkan sesuai kebutuhan. Misalnya dalam penelitian lapangan dengan metode fenomenologi, tidak ada penyebaran kuesioner, maka kuesioner tidak perlu dituliskan. Begitu juga sebaliknya, jika dalam penelitian Kuantitatif tidak pakai wawancara, maka wawancara tidak perlu dituliskan.

5. Variabel Penelitian (Kuantitatif)

Variabel penelitian adalah konsep yang digunakan dalam penelitian yang terlihat pada judul yang menunjukkan keterhubungan antara dua atau lebih konsep. Variabel penelitian biasanya terdiri dari minimal 2 buah, bisa juga lebih. Variabel sangat penting sekali karena aspek itulah yang akan dibahas dalam penelitian tersebut. Memang, variabel lazim dipakai dalam penelitian Kuantitatif, jika dalam kualitatif sering disebut dengan Konsep. Pada penelitian Kuantitatif, variabel menjadi sangat penting dan harus terlihat secara tegas, serta dijelaskan secara jelas dalam latar belakang masalah. Contoh variabel : “Pengaruh Komunikasi Pemasaran melalui Instagram Terhadap Minat Beli Mahasiswa.” Bagian yang ditulis huruf tebal adalah Variabel. Dalam hal ini terdapat dua variabel (Komunikasi Pemasaran melalui Instagram dan Minat Beli Mahasiswa), satunya adalah variabel pengaruh dan satunya lagi variabel terpengaruh.

6. Populasi dan Sampel (Kuantitatif)

Bagian ini khusus untuk penelitian dengan metode Kuantitatif . Populasi adalah keseluruhan objek yang akan diteliti, sedangkan Sampel adalah bagian dari Populasi yang akan diteliti. Untuk menentukan berapa jumlah Sampel, ada metode dan tata cara tersendiri yang harus dilakukan dengan menggunakan rumus-rumus tertentu. Yang akan diteliti secara langsung oleh peneliti adalah Sampel. Hasil dari penelitian terhadap Sampel akan menggambarkan seluruh Populasi, karena itu Sampel harus disusun sebaik mungkin dan bisa dipertanggungjawabkan. Misalnya, penelitian dengan objek pada mahasiswa UIN Raden Fatah, maka yang menjadi Populasi adalah seluruh mahasiswa UIN Raden Fatah yang berjumlah 20.000 orang. Karena tidak mungkin meneliti seluruh mahasiswa tersebut maka dilakukan Teknik Sampling. Dari 20.000 orang didapatlah Sampel sebanyak 200 orang. Jumlah 200 orang inilah yang akan diteliti langsung. Hasil dari penelitian terhadap 200 orang akan bisa menggambarkan jumlah keseluruhan sebanyak 20.000 populasi. Proses penggambaran dari 200 ke 20.000 ini disebut dengan Generalisasi.

Pada metode kualitatif, populasi dan sampel ini sering disebut dengan menggunakan metode purposive sample. Metode ini melakukan pengambilan sampel (disebut Informan untuk penelitian kualitatif) dengan tujuan tertentu, sehingga sering juga disebut dengan Sample Bertujuan. Tetapi pada kualitatif tidak ada unsur Generalisasi, dalam arti kata tidak memiliki Populasi. Informan yang dipilih dalam penelitian bisa bertambah berapa saja selagi masih dibutuhkan, dan bisa berhenti pada titik tertentu ketika tujuan dianggap sudah tercapai. Banyaknya jumlah informan sangat ditentukan oleh tujuan yang ditetapkan, dan pencapaian tujuan itu juga menjadi haknya peneliti. Dalam bahasa Creswell (2001), kisaran informan ini sekitar 10 orang. Bisa lebih tergantung kebutuhan peneliti, atau bisa juga kurang.

7. Uji Validitas Data (Kuantitatif)

Bagian ini juga merupakan unsur dalam penelitian Kuantitatif. Tujuan adanya ketentuan ini adalah untuk memastikan bahwa data serta alat-alat yang digunakan dalam penelitian memang valid. Kenapa ini diperlukan karena penelitian Kuantitatif memiliki peralatan yang harus terukur dan bisa dipertanggungjawabkan. Terdapat banyak cara dan metode untuk menguji validitas ini, untuk ini ada pembahasan khusus. Hal paling mendasar adalah memastikan bahwa apa yang digunakan memang valid dan terukur.

Pada metode kualitatif, uji validitas data ini sering juga disebut dengan teknik Triangulasi, yaitu teknik yang melakukan konfirmasi ke pihak-pihak terkait.

8. Teknik Analisis Data

Pada bagian ini, harus dijelaskan bagaimana data-data dari hasil penelitian dianalisis untuk kemudian bisa memiliki makna. Baik penelitian kuantitatif maupun kualitatif memiliki metode tersendiri dalam menganalisis data. Disarankan peneliti untuk membaca lebih dalam mengenai teknik analisis data pada metode yang digunakan. Intinya, seorang peneliti harus bisa menjelaskan dengan baik, bagaimana data-data yang diperoleh dalam penelitian tersebut di analisis. Sebagai catatan ada perbedaan khusus antara penelitian Kuantitatif dan Kualitatif pada tingkat analisisnya, dimana penelitian Kuantitatif melakukan analisis setelah data dikumpulkan, sementara pada Kualitatif dilakukan pada saat pengumpulan data berlangsung atau malah selama penelitian itu dilakukan. Oleh karena itu teknik analisis data pada Kualitatif lebih fleksibel dan longgar. Sebaliknya pada Kuantitatif, analisis data dilakukan secara ketat dengan menggunakan metode statitistik tertentu.

9. Sistematika Penulisan Laporan

Bagian ini menjelaskan secara ringkas, jika nanti akan dituliskan dalam bentuk laporan penelitian tertulis, bagaimana susunan penulisan yang digunakan. Biasanya hanya menyebutkan, Bab I tentang Pendahuluan, Bab II tentang gambaran umum dst.

Ketentuan di atas adalah ketentuan proposal penelitian yang digunakan pada FISIP UIN Raden Fatah. Sistematika tersebut bisa saja berbeda dengan yang digunakan oleh instansi lain, misalnya ada yang menempatkan kelompok Metode Penelitian pada Bab II, tidak menyatu ke Bab I. Semua tergantung pada pilihan masing-masing. Ada juga yang melengkapi dengan unsur-unsur lain seperti Informan Penelitian, Gaining dan Access, Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data, serta Tahapan Penelitian. Semua itu dibolehkan saja sesuai kebutuhan, prinsipnya adalah memperjelas dan mendetilkan metode dalam penelitian.

Semoga Bermanfaat.