Cerpen

Menembak Ikan


ilustrasi

Air sungai Batang Kenaikan saat itu tidak terlalu besar. Buih-buih air tampak semburat saat menghempas ke bebatuan. Beberapa ekor udang kecil tampak berlarian di sela-sela batu kecil, menyelinap di antara kerikil. Cahaya air seperti keperakan tertimpa matahari sore, tembus pandang ke dasar sungai, membuat beberapa anak Gariang melenggok-lenggok di antara bebatuan. Beberapa ikan tali-tali tampak menyelinap di sela-sela ranting yang menjulur di bibir sungai.

“Ayo Ndi, masuknya kita ke sungai,” ujar Pak Cik sambil memasang kacamata khusus untuk menyelam. Hari itu kami sudah berjanji untuk bersama-sama mencari ikan. Caranya dengan menembak. Aku sangat suka sekali dengan kegiatan ini, bisa berendam di sungai, mencari ikan, menembak, wah luar biasa. Sebetulnya aku tidak terlalu lihai, tapi keasyikannya itu yang membuat ketagihan.

Segera saja aku menceburkan diri ke lubuk yang tidak terlalu dalam. Bentuknya seperti cekungan, warnanya sedikit menghitam, tak ada riak air, pertanda bahwa itu adalah lubuk atau daerah sungai yang lebih dalam dibanding daerah lainnya. Ini hanya ada di daerah sungai beraliran deras atau sungai di pegunungan. Di lubuk inilah biasanya ikan-ikan akan berkumpul, disitu juga keasyikan menembak akan dirasakan. Sebatang pohon Sikalabuak tampak menjulurkan dahan dan daunnya membuat suasana lubuk lebih gelap. Akar pohon itu menjalar ke dasar sungai, menjadi lokasi paling diminati ikan untuk bermain.

Kacamata khusus kueratkan ke kepala. Ini sebetulnya bukan kacamata berenang, layaknya yang dijual orang di toko-toko. Ini adalah dua buah kayu yang dilobangi dibagian tengah, bulat mengikuti ukuran mata. Di tengah lobang diberi kaca, dimasing-masing sisi kaca ditempelkan lem khusus dari getah sarang galo-galo, sejenis serangga yang kerap membuat sarang di dinding rumah kayu. Getah ini sangat kuat untuk menempelkan kaca ke kayu dan uniknya pula tahan terhadap air, getah ini tidak akan lepas terkena air. Di sisi luar masing-masing kayu dibuat lobang dan dipasang karet dari guntingan ban dalam sepeda, gunanya untuk mengikatkan ke kepala. Jadilah ia sebagai kacamata untuk menyelam mencari ikan versi kami, orang Pasaman.