Artikel
Etnoekologi Komunikasi Sebuah Langkah Awal
- Yenrizal
- 27 Sep 2021
- dilihat 315
ilustrasi
Sudah cukup diketahui kiranya bahwa inti dari komunikasi adalah persepsi. Persepsi ini ada pada diri manusia. Saat manusia mempersepsi sesuatu maka itu adalah komunikasi (Mulyana, 2001). Lebih dalam lagi, jika dibahas apa sebenarnya hakekat ilmu komunikasi (ontologi dalam bahasa filsafat), maka arahannya adalah pada meaning (pemaknaan pesan). Melakukan pemaknaan pesan berarti juga adalah melakukan proses mempersepsi. Oleh karena itu, saat berlangsungnya peristiwa komunikasi (apapun itu), hakekatnya adalah proses pemaknaan pesan. Sesuatu yang belum atau tidak memiliki makna kemudian dimaknai, memaknai ini berlangsung dalam peristiwa komunikasi. Contoh sederhana, saat saya melihat asap membumbung di kejauhan, saya berkata “wah itu ada kebakaran!”. Pada saat itu saya sedang memaknai sesuatu, yaitu asap, dan itu adalah peristiwa komunikasi, karena saat saya memaknai, sebenarnya saya sedang mempersepsi sesuatu.
Atas dasar itu, maka cakupan keilmuan komunikasi menjadi sangat luas. Ia bisa berada di mana saja dan masuk ke wilayah ilmu mana saja. Etnoekologi Komunikasi sendiri adalah salah satu konsep dan juga sebuah metode kajian yang bisa diterapkan dalam memahami rangkaian dan pola hubungan manusia dengan lingkunganya. Untuk cantelan awal bisa dipakai gagasan dalam Komunikasi Lingkungan (environmental communications), sebagaimana dijelaskan oleh Cox dalam tulisannya “Environmental Communication and Public Sphere” (2010:20), menyatakan bahwa komunikasi lingkungan adalah sarana konstitutif dan pragmatis bagi pemahaman manusia dengan lingkungan serta hubungan manusia dengan alam. Hal ini adalah media simbolis yang digunakan dalam mengkonstruksi masalah-masalah lingkungan dan menegosiasikan respon yang berbeda dalam masyarakat.
Dalam tulisan lain, Alexander G Flor (2004:5) berkata bahwa komunikasi lingkungan adalah aplikasi dari pendekatan-pendekatan, prinsip-prinsip, strategi, dan teknik-teknik komunikasi dalam upaya melindungi dan mengelola lingkungan. Secara sederhana dimaksudkan sebagai pertukaran informasi, pengetahuan dan kearifan antara manusia dengan lingkungan. Berdasarkan jabaran Florr, tampak bahwa komunikasi seharusnya tidak semata-mata pendukung pengelolaan lingkungan, tetapi harus menjadi bagian integral dari hal tersebut. Apabila hanya sebagai pendukung, maka yang terjadi adalah adanya kecenderungan komunikasi digunakan sebagai alat untuk memanipulasi program-program yang akan dilaksanakan.
Etnoekologi Komunikasi berada pada posisi ini, menempatkan gagasan ilmu komunikasi sebagai titik penting dalam melihat kesatuan hubungan manusia dengan lingkungan. Etnoekologi sebenarnya konsep yang sudah lama dikenal dan berkembang di ranah keilmuan Antropologi, serta di ilmu lingkungan. Etnoekologi berkembang seiring dengan kemunculan berbagai pendekatan lain seperti etnobotani dan etnozoologi (Iskandar, 2012:14). Dalam keilmuan lain sering pula kita mendengar terminologi-terminologi seperti etnohistory, etnografi, etnosastra, dan sebagainya. Untuk memahami ini sebenarnya tidak susah, setiap kata-kata “etno” selalu merujuk pada konteks etnis atau masyarakat tertentu. Jadi misalnya, etnobotani, berarti pemahaman tentang tumbuh-tumbuhan dari sudut pandang masyarakat setempat. Kira-kira seperti itu sederhananya.
Palembang - Clouds



0 Komentar